Rabu, 07 November 2018

kesedihan dimusim hujan

KESEDIHAN DIMUSIM HUJAN

Setiap kali kudengar suwara kidung-kidung gemericik air jatuh dari langit Kelabu hatiku terasa ngilu, aku merasakan penderitaan, namun aq tak tau mengapa aq menderita, teringat masa dimana perjalanan itu terasa pergi jauh, tak mampu kuraih, dimana perjalanan itu penuh perjuangan namun berakhir teragis,pahit, dan menyesak didada. apakah cinta itu butuh perjuangan yang keras aq jawab ya,...apakah cinta harus berakhir indah,...belum tentu tanyakan pada tuhanmu,...yang menciptakannya
(melalui sholat zhikir dan memohon doa).

setiap kali aq rindu setiap kali perjuangan itu kumulai, melangkahkan kaki dari stasiun mojo, berbekal uang saku seadanya kulangkahkan kakiku demi cintaku padanya. Mulailah aq menaiki kereta api jurusan madiun,  berbekal uang 2000 rupiah aq sudah bisa sampai ditujuan, hanya saja aq harus naik turun disetiap stasiun untuk menghindari pemeriksaan petugas. Sesampainya distasiun madiun aq harus berjalan 7 km untuk sampai di terminal bus,  dikarenakan aq masih asing dengan kota madiun, jdi aq berusaha berjalan kaki saja, setelah itu aq berganti tujuan ke terminal Ponorogo, belum sampai ditujuan aq harus berjuang bertaruh nyawa melewati tebing, gunung dan curamnya jurang ponorogo pacitan. Kadang cinta telah merubah pandangan "tempat paling bahaya pun akan kukunjungi demi bertemu dia". Terasa sejuknya udara hutan tropis, dan rindangnya pohon cemara mengisyaratkan bahwa aq telah dekat dengan tujuanku, namun aq merasakan manis pahitnya perjalananku "pernah aq merasakan kenikmatan dunia dimana aq bersandar pada pundak bidadariku, namun juga merasakan kepahitan dunia,  dimana aq harus menahan rasa sakit ditenggorokanku dan isi perutku yg ingin keluar berhamburan lewat mulutku". Benar juga aq selalu mabuk kendaraan ketika berpergian jauh,  rasanya seperti nyawa ini ditarik keluar dan dimasukkan lagi beribu2 rasa sakitnya namun akan sembuh ketika aq bertemu dengannya.BERSAMBUNG
By.  Cuenking. Blogspot. Com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar