JAlAN TAKDIR CINTA
Entah apa yg merasuki pikiranku sehingga mengiyakan ketika teman2ku mengajak surve lokasi camping ke daerah pacet, tanpa panjang lebar aq pun berangkat dengan temanku menuju lokasi. Sesampainya disana aq berusaha mengetahui keadaan sekitarku untuk memastikan bahwa tempat camping aman untuk ditempati. Tanpa sengaja aq bertemu dengan tim ospek pgtk unesa, karna sesama almamater aq berusaha berkomunikasi, tanpa terasa waktu telah malam, kami pun dipersilahkan untuk menginap ditenda mereka, sekelibat bayangan hitam tapi anggun menghampiriku dalam remang-remang cahaya api unggun yang sedang menghangatkan tubuhku dalam selimut dinginya pegunungan pacet, "hai mas sapa dia kepadaku" hai juga panitia ya lagi tugas apa lgi santai dik?, iya panitia mas lgi santai, dri mana mas, aq ya dik, asli daerah sini kq, timpalku padanya, "dingin ya disini kayak ditempatku", hem... Aslimana dik, asli pacitan mas, "hem.... Mulailah aq berusaha berkomunikasi dengannya dengan sedikit debat2 kecil mengenai daerah pacitan, hingga ia merasa tersinggung dengan pernyataanku," pacitan itu indah gak seperti mas bayangkan" ha... Ha... Aq hanya tertawa ringan, hingga akhirnya ia memanggil temannya yg asli mojo untuk menemaniku ngobrol. Panjang lebar aq mengobrol dengan diyah, tanpa sadar aq mengawasi bidadari yang lagi ngambek, tak sadar pun aq juga diawasi olehnya, ia merasa terganggu, gelisah mungkin juga resah, kenapa dengan diyah aq merasa nyaman tanpa bersih tegang, ia pun menghampiriku, sambil memelototkan matanya, ganggu ya mas, nggak juga timpalku, ia masih penasaran dan mencoba mengajakku berdebat lagi, aq merasa terlalu malam untuk berdebat dengannya, "aq bilang sudah malam dik waktunya istirahat bisa kita lanjudkan besok atau lain hari" tanpa mengindahkannya aq berusaha menghindar darinya. Aq mencoba mencari suasana lain berusaha menyelami kehidupan malam dipegunungan pacet. Aq berjalan turun bersama temanku hingga sampai didekat jembatan didepan musholah pemandian air hangat, tak kusangka ada dua gadis sedang duduk2 didekat jembatan tsb, lalu aq mendekatinya dan bertanya, dik kq masih diluar, gak takut dicari ortumu. Gak mas lagi jutek aja, males tidur diwisma gak ada yang nemenin, wiuh... Dalam hatiku apakah ini yg disebut kupu2 liar, tpi kq terlalu muda. Singkat kata memang benar mereka kupu2 liar yg sedang mencari mangsa, sempat juga mengajakku untuk berkencan, tpi aq menolaknya dengan halus dan memberikan nasihat kepada mereka namun tak diindahkan, sempat juga mencoba merayuku dengan memelukku dan bersandar dipangkuanku, aq mencoba tenang dan segera pergi meninggalkan mereka untuk kembali ketenda.
Pagi menyingsing dan sinarnya telah pergi meninggalkan cerita malam yg penuh misteri, tiba2 ia datang menghampiriku dan menanyakan alamat serta no. Telepon rumahku"dizamanku belum ada namanya hp atau sejenisnya, komunikasi jarak jauh hanya bisa dilakukan dengan telepon rumah dan surat pos", iya aq memberinya alamat dan no. Telepon rumahku, karena ia beralasan jika temannya diyah ingin mengenalku lebih dalam, namun aq melihat raut wajah yg tak biasa diwajahnya, raut wajah penuh harapan, keceriaan, penasaran dan keinginan yg tak tersampaikan. Setelah pertemuan itu aq merasa biasa dan meninggalkanya, apakah itu hanya sebuah alasan untuk menutupi keingin tahuannya, ah... Tak taulah cinta itu misteri allah, kita hanya makhluk lemah yg penuh kekhilafan, yg kadang tak perduli kadang juga perduli setelah penyesalan itu hadir.
Sesampainya dirumah benar saja ada seorang wanita menghubungi ku menanyakan keberadaanku, menanyakan keselamatanku. Aq merasa penasaran dan mencoba mencari kebenaran itu, untung saja aq masih menyimpan no. Telepon diyah dan mencoba menghubunginya setelah 3 hari berselang, tak kusangka ia menberikan no. Telepon palsu, no telepon yang menghubungkan jalan takdirku kepada bidadari manis bernama IKA wahyu minarsih, jalan menuju keindahan seni cinta dimana rasa pahit, manis dan tangisan itu terlahir,BERSAMBUNG
By. Cuenking.blogspot . Com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar