PERGELUTAN HATI DAN KEPUTUSASAAN JIWA
Perjalanan itu terasa panjang ,berat, melelahkan, menit demi menit aq rasakan, terasa nikmat, seperti menunggu kelahiran seorang bayi dalam rahim ibunya, menunggu keluar untuk melihat dunia dimana ada kesengsaraan , kesenangan, dan penghianatan, namun bayi layaknya kertas kosong apakah dia tau semua itu. Ia hanya berusaha hidup dalam cinta. Berharap disayangi, dilindungi, dan terpenting tetap hidup.
Sama halnya dengan perjalanku ke kota pacitan, apakah aq mengetahui bahwa sanya ia mengerti isi hatiku ataukah hanya mempermainkanya saja, ah... Tak taulah... Aq hanya menjalankan peranku saja, merelakan sesuatu yg berarti didepan mata dengan sesuatu yg belum tentu terwujud, apakah salah, apakah benar, aq tak tau.
Sesampainya dikota pacitan aq langsung menghampiri teman seperjuanganku, teman pertarungan tinju yg aq ikuti, teman yang slu menemani dikala susah, sedih, maupun senang. Abin sesosok teman yg siap menampungku ketika aq berada dipacitan, dlam rasa lelah aq merebahkan tubuh dalam pangkuan ranjang tua, yang slu setia dengan majikannya, tak pernah mengeluh walau kadang terasa tua. Keesokan hari aq telah terbangun dalam mimpi2 indahku, mimpi yang ingin kugapai, kurajud dan mimpi yg tak ingin aq tinggalkan. Setelah sholat shubuh, aq berusaha menggerakkan tubuhku sambil bersandar diteras rumahnya, sambil menghitung menit demi menit berharap waktu cepat berlalu dan mempertemukanku dengannya. Sudah saatnya aq berangkat bin,... Timpalku padanya, ok bro aq berharap tujuanmu tercapai hati2 dijaln, .. Katanya. Motifasi penting untuk memacu semangat bertarung walau kecil kemungkinan untuk menang, berangkatlah aq menuju terminal pacitan dan berganti tujuan ke arah solo untuk menemuinya, iya rumahnya didaerah terpencil dikecamatan pringkuku desa blimbing, dimana jalur perjalannya sm seperti ponorogo - pacitan, berkelok-kelok dan sangat curam sedikit kesalahan nyawapun taruhannya. Sesampainya didepan rumahnya, perasaanku tak karuan perut masih mual, kepala pusing 7 keliling mabuk perjalan masih menjadi hantu paling mematikan bagiku. Assalamualaikum apakah ini rumah dik ika wahyu minarsih bu..., iya benar mas siapa ya kq baru kenal ibu... Katanya, buah jatuh takkan jauh dr pohonnya mungkin itu pepatah yg bisa aq kiaskan terhadap sesosok ibu yg hampir sama dengan anaknya, sesosok ibu dengan pengetahuan waktu, dan penuh perjuawangan terhadap anaknya. Saya sugeng bu teman dik ika... Jawabku dengan nada sopan, oh... Temannya ya sebentar ibu panggilkan, ... Tak beselang lama muncullah sesosok bidadari manis semanis senyumnya muncul dri balik kamar, serasa tidak percaya dengan apa yg ia lihat. Ia hanya memandang dan terus tersenyum takjub dengan apa yg ia lihat, aq pun menjadi bingung, linglung dan tersa terhipnotis dengan apa yg akulakukan ini. Mas sugeng apakabar, kapan datangnya, kq gak ngasih kabar, gmn apakah masih sehatkah,... Cercan pertanyaan yg bertubi2 aq pun bingung menjawabnya,. Alhamdulillah baik2saja dik... Jauh juga rumahmu, spi2 kepalaku jadi pusing mencarinya. Kondisiku memang sedikit kurang sehat dan pucat waktu itu,... Mendengar aq kurang sehat ia langsung memegang keningku, usapan kasih sayang itu yang menbuatku semakin ingin tetap hidup dalam lingkaran kematian yg bisa saja memanggilku kapan saja ia mau,.. Panas,.. Jawabnya semakin khawatir ia terhadapku secepat kilat ia membuatkanku teh panas dan memberiku makanan untuk memulihkan kondisiku yang masih ngedrop, ini ada obat masuk angin mas kata dia cepat diminum aq tak mau ada apa2 yg terjadi terhadapmu,... Timpal ia kepadaku,... Iya pasti aq minum kq jawabku,.. Masih dlam ketidak pastian hati, aq berusaha berbincang dengannya, hampir 2jam aq berada didepanya dengan perasaan tak menentu. Akhirnya aq berpamitan untuk pulang, begitu aq berpamitan tersirat wajah yang penuh kebahagiaan, ketakjuban, dan penuh harapan, sampai perpisahan itu terjadi, ia menangis lirih "saking lirihnya anginpun tak mampu mendengar suwara tangisnya, hanya mata batin saja yg mampu menalarnya", aq pun melihat kejadian tersebut dan takmampu berbuat apa2, kenapa kamu menangis dik... Ia berkata,sambil menutupi tangisnya,... Tidak aq tak menangis kq,... Aq hanya tak percaya saja dengan apa yg mas lakukan sekarang ini,... Semakin bingung aq dibuatnya,... Ia berpesan,... Pokoknya hati2 dijalan mas, sesampainya di mojo langsung telepon aq, klu gak aq marah loh. Ha.... Ha... Aq hanya bisa tersenyum. Sambil meninggalkannya.
Dibalik cerita indah ini terselip cerita lainnya yang masih menjadi sebuah misteri, iya posisiku waktu itu masih berhubungan dengan wanita lainnya,...hubungan yang indah dalam ketidak pastian, aq merasa bersalah dengannya, sebut saja marjiana, gadis polos, putih, tinggi dan memiliki rambut hitam yang panjang terurai, berasal dari kabupaten nganjuk. hubunganku dengannya bisa dibilang baik2 saja namun orangtuaku kurang setuju dengan hubungan tersebut (berhubungan dengan KARMA), apakah aq sudah berjuang demi dia,...sudah, sama halnya dengan yang aku lakukan sekarang ini, sampai2 aq meninggalkan orang tuaku ketika hari raya idhul fitri terjadi, dan berharap ortuku merestui hubunganku dengan ana, namun takdir berkata lain, aq pun ditempatkan didua pilihan yang tak menguntungkan bagiku, pilihan yang sangat sulit dan menyesakkan. pergelutan hati itu yang aq rasakan begitu berat, namun masih bisa aq lalui karena ada hati yang lain yang mengisi relung jiwa dalam keputusasaanku ini.BERSAMBUNG
By. Cuenking. Blogspot. Com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar