Sabtu, 17 November 2018

KETIDAK ADILAN CINTA

  • By. Cuenking. Blogspot.com


Masih saja seperti kemarin matahari tetap muncul dipelupuk timur dan tenggelam ke barat, sinarnya masih terasa hangat bagi kulitku, menyinari jiwaku yang masih dalam kebimbangan dan keputus asaan, akankah semua itu mampu kuubah dalam bingkai kebahagiaan ana, ataukah akan menjadi malaikat kematian yg mendengar atau merasakan penderitaannya.
Iya ana gadis cantik, putih, tinggi, yang memiliki rambut bak emas yang berkilauan tak ternilai harganya,  masih terlalu muda dalam penderitaanya, berusaha mengharapkan impian, kasih sayang dan perlindungan kepadaku, harapan yang cukup realistis dimana kehidupan ini terlalu tak adil baginya, sangat tidak adil. Pertemuanku dengannya bukan sebuah kebetulan, pertemuan pada pandangan pertama, pertemuan yang mampu membuat seisi langit berguncang, pertemuan jiwa jiwa kosong tanpa dosa, layaknya sebuah pertemuan antara kelahiran bayi-bayi suci dan kematian yang ditakdirkan. Ana adalah bidadari suci pujaan setiap laki2 didunia ini, tak terkecuali aq. Aq bertemu dengannya pada saat, aq berada di Nganjuk, tepatnya pada saat tim unesa melakukan uji tanding dengan sma n 1 Nganjuk, saat itu aq sedang berada diteras rumah temanku,  sebut saja uchik, teman satu angkatan penkepor unesa.  Ia berjalan didepan teras memandangku dengan senyuman,  senyuman yang sangat berarti bagiku, senyuman yang manpu menyembuhkan luka hati, senyuman yang mampu menghentikan ruang dan waktu,  mekar bak bunga mawar merah yang indah seindah cahaya rembulan malam. Senyuman itu yang mampu membangkitkan jiwa-jiwa kosong ini untuk segera bangkit mencarinya.  Tanpa sadar ia telah pergi melewatiku meninggalkan rasa penasaran yang kuwat dibalut penyesalan dalam ketakjuban ciptaanya. Aq berusaha mengejarnya namun aq tak mampu, takmampu melangkahkan kakiku, tubuhku terasa terhipnotis olehnya. Untungsaja ada uchik di balik pintu menghampiriku, aq bertanya, uchik siapakah dia yg baru lewat itu, ia menjawab, oh... Itu toh majiana tetanggaku, bolehkah aq mengenalnya,  uchik menjawab,  kamu serius. .. Ya bolehlah kan ia juga wanita yg butuh diperhatikan,    ha. . Bisa saja kamu itu chik,... Kami pun tertawa ringan. Muncullah rencana untuk bertemu dengannya pada keesokan harinya. Melalui memo kecil yang aku berikan padanya,  aq berusaha bangun pagi-pagi untuknya, dikarenakan ia hanya bisa ditemui ketika akan berangkat berbelanja ke pasar. Berbekal tekat dan niat aq berjumpa dengannya dengan cukup waktu untuk berbincang-bincang, sambil membawakan belanjaanya. Aq pun berusaha merayunya untuk bertemu lagi dengannya pada saat sore harinya, dan ia menghiyakannya. Begitu mudahnya aq memikatnya, tak hayal sore harinya aq bertemu lagi dengannya dialun-alun Nganjuk sambil menggandeng tangannya aq mencoba mengungkapkan isi hatiku padanya dibawah pohon beringin tua yang rindang dan teduh,  seteduh cintaku padanya. Ana.,...bolehkah aq mengunkapkan isi hatiku, walau ini terlalu cepat,  namun aq tulus mencintaimu, .. Iya aq mencintaimu ana sejak pandangan pertama, ketika kita saling berpandangan,... Apa yang dikatakan ana,... Iya mas aq juga merasakanya walau ini terlalu cepat namun aq tak mau waktu cepat memisahkan kita,  begitu bahagianya aq mendengarnya,  28 jam, iya 28 jam sebuah rekor tercepat bagiku menembak bidadari cantik yang polos, dan tak berdosa, serasa melayang dilangit yang biru, merasa dunia tak berpenghuni, sepi, senyap hanya kita, hanya kita yang memilikinya. Sungguh tak mampu aq mengungkapkan perasaanku waktu itu, sungguh ironis kebahagian yang sesaat dan menunggu kesedihan yang akan kuberikan diakhir cerita,  ah... Entahlah aq takmampu meramalkannya, yang ada hanyalah kebahagiannya waktu itu,  aq bergegas pulang karena waktu itu sudah menjelang malam, tak sadar gemgaman tangannya semakit erat sampai merasa tak mau ia lepaskan, tak mau ia tinggalkan. Sungguh cinta telah menciptakan hubungan yang sungguh aneh dengan misterinya. Hubungan itu aq jalani hampir 7 bulan, dan setiap aq berada disisinya, ia tak pernah melepaskan genggamanya, begitu sayang dan setianya ia terhadapku, sampai-sampai setiap aq pergi meninggalkanya ia takkan pernah melepas tangannya, kemanapun.
 Sampai akhir perpisahan itu terjadi, aq mengirim
 surat kepadanya dimana isinya sungguh menyakiti hatinya melenyapkan mimpi2nya,  menghancurkan asanya, membutnya jatuh dan takmampu bakit kembali. Sampai-sampai ia mengungkapkan perasaanya juga dalam sebuah surat yang isinya" mas sunggu memberikan mimpi buruk dimana aq sedang bermimpi bahagia sangat bahagia didekatmu, aq sangat mengharapkan kasih sayangmu, cintamu, pandanganmu terhadapku namun mengapa engkau mengakhirinya tanpa sebab, sebegitu hinakah aq dimatamu mas, aq takkan pernah melupakanmu walau kamu telah memberikan rasa sakit yang begitu sakit bagiku, dan aq takkan pernah menikah selain denganmu mas" sngat menyesakkan, perihmu juga perihku, ketidak adilan ini yang membuatku melakukan semua ini, maafkan aq ana, maafkan aq, maafkan aq takmampu membuatmu bahagia, dimana kebahagian itu layak engkau terima...  Maafkan....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar