Kamis, 22 November 2018

JANJI SUCI DITAHUN BARU

JANJIKU DITAHUN BARU
By.cuenking.blogspot.com
Setelah perjalanan panjang yang cukup melelahkan, aku berusaha menenangkan pikiranku, berusaha bertahan dari keputusasaanku, berusaha menggapai impian baru yang akan aq perjuangkan. waktu berlalu begitu cepatnya, hingga tak terasa dipenghujung tahun baru yang sebentar lagi akan tiba, aku berusaha menyiapkan semua kebutuhanku dimalam itu, karena aku telah berjanji pada ika bahwa aku akan datang dimalam tahun baru untuk merayakan bersamanya. dengan membawa motor buntut keluaran tahun 76, aku meluncur menuju surabaya.
Dimalam Tahun Baru yang penuh kebahagiaan, dimana semua saling berhias keindahan dalam cahaya kebisingan kota yang dipenuhi hiruk-pikuk dan lalu-lalang kendaraan, aku berusaha mencari cinta baru yang aku rasa sangat berarti dalam hidupku, layaknya seorang pengelana mencari tempat persinggahan barunya untuk mencari sebuah arti hidup, seperti juga seorang penyair yang merasakan kenikmatan membaca puisi terbaiknya yang telah la
ma hilang. Sesampainya di depan pintu gerbang kos, ia terlihat sungguh anggun sedang berbincang-bincang dengan temannya, sambil merapikan rambutnya seketika ia memandangku dengan senyum merahnya, iya senyuman yang selalu aku dambakan disetiap mimpi mimpiku, senyuman yang mampu membangkitkat roh roh yang penasaran hingga kembali ke liangnya, senyuman itu semerah mawar yang sedang mekar ditengah ribuan bunga lainya, sungguh terkesimak aku dengan senyuman itu, akupun membalasnya dengan senyuman." Aku datang dik, seperti janjiku padamu,pintaku", iya aku percaya kq sama mas pasti datang, jawab ia kepadaku, tepat pukul 18:30 aku telah tiba dan kami berencana untuk berjalan-jalan disekitar taman gubernur suryo, dikarenakan hampir dipenjuru sudut kota surabaya penuh sesak dengan jiwa-jiwa bahagia,  walaupun mereka takakan tau hari esok akan seperti apa. aku sebenarnya sedikit canggung dengan penampilanku, namun ika sangatlah bijak dalam menyikapinya, ia bisa menerimaku dengan semua kekuranganku, itu poin terpenting dalam menjalin hubungan, baik pertemanan ataupun sebagai teman spesial.
Detak jarum jam mendekati pukul 24:00, akupun memanggil ika untuk mendekat ke aku, yang dari tadi hanya memandangi ia dari dekat, mengawasi tingkah polahnya yang seperti anak kecil berlari lalang dari sana kemari. ia pun mendekat dan kami pun bersatu dalam satu pandangan indah, "apa yang kamu inginkan ditahun kedepanya dik" pintaku padanya, "mari kita berdoa saja semoga doa, doa kita terkabul mas" jawab ia padaku. kamipun berdoa bersama-sama dalam keramaian suwara terompet dan gemuruh kembang api yang saling bersaut-sautan, setelah itu ika pun bertanya kepadaku " apa yang akan engkau lakukan di tahun kedepannya mas", aq pun menjawabnya, aku ingin kamu menjadi pacarku, pacar dimana aku sedang sedih maupun senang,karena aku ingin menepati janjiku terhadap hatiku, yang selama ini menginginkanmu, aq membutuhkanmu dalam suka maupun duka karena aku mencintaimu, sambil memberikan sepotong Choklat kepadanya, ika pun senang sekali dan berbicara lirih sambil berbisik kepadaku "doaku telah terkabulkan mas, langsung dikabulkan mas",...kamipun mengamininya,....tanpa pikir panjang aku pun menggenggam tangannya yg sedikit gemetar, lalu mencium keningnya,... Dalam hati aq tertawa bahagia,... 

Sabtu, 17 November 2018

Puisi Tentang Kereta Senja, perpisahan, dan, sebuah tangisan

Kereta senja, perpisahan, dan sebuah tangisan


Sore yang cerah dalam perjalanan perpisahan
Perpisan tanpa sebab yang tak mampu aq ungkapkan
Perpisahan dalam kebahagiaan dan kesedihan
Perpisahan ku denganmu

Perjuangan ini begitu melelahkan jiwaku
Lelahku telah menipu hatiku
Menyakiti hatimu dalam kebahagiaan
Kebahagian yang mengukir rasa sakitmu

Kereta senja segera berangkat
Kau terlihat bahagia namun sedih
Terlalu sedih dalam tangismu
Sedih akan ditinggalkan atau tersakiti

Tangismu adalah tangisku
Kebahagianmu adalah kebahagianku
Namun semua tangis itu tak mampu aq hapus
Sampai saat ini juga aq tetap tak mampu

By. Cuenking. Blogspot. Com
Pernah suatu ketika, perjalananku ke kota Nganjuk menjadi sebuah perjalanan yang terkhir kalinya buatku dan buat kekasihku marjiana, perjalanan yang menyita pikiranku, dan melenyapkan semua kenangan-kenangan indah bersamanya. Perjalanan yang tak mampu aq lakukan, perjalanan dimana akan ada sebuah tangisan entah karena perpisahan ataukah tangisan kebahagiaan.
Aq berangkat pukul 06:30 dari stasiun mojo menuju kota Nganjuk, kota dimana aq merajud cinta bersamanya, mengenalnya adalah sebuah kenikmatan dunia sungguh aq sangat bersyukur, namun perjalanan ini akan menyakitinya bila ia mengetahui kenyataanya, sungguh diluar akal dan logikaku. Pikiranku saja tak mampu membayangkannya, apa lagi mulut dan lidahku.  Sungguh aq tak mampu mengatakannya. Sesampainya di Nganjuk aq begegas menuju rumahnya, sungguh tak mampu aq menceritakkannya, aq hanya melihat bidadariku sedang menunggu cintanya, pangeran impiannya yang telah lama pergi walau hanya sebulan sekali aq melihatnya, asalamassalamua dik,.. Waallaikumsalam mas sugeng sambil memperllihatkan senyum indahnya ia menyambutku, sambil memegang tanganku ia mengajakku keteras depan rumahnya yang telah ia siapkan segelas kopi dan sepiring makanan ringan, sungguh pertemuan yang sangat ia harapkan dan ia rindukan, hingga matanya berkaca-kaca setiap bertemu denganku, tak seperti biasanya, aq hanya bisa terdiam di depan meja yang membisu, kaku, tanpa expresi. Sungguh memalukan aq hanya bisa terdiam tanpa sopan.  Sambil melihatku ana bertanya adakah yang mengganggu dipikiran mas, sambil menggenggam tanganku yang sedikit dingin,  ah.. Tidak ada apa kq dik,  namun kenapa mas hanya terdiam, apakah ana kurang cantik ataukah mas sudah tak sayang lagi dengan ana.... Sungguh semakin pucat aq dibuatnya, seperti tersambar sengatan raja lebah namun aq berusaha menahannya, oh.. Nggak juga, mas cuma capek aja,  celetukku tehadapnya.  Oh..  Sini aq pijitin kepalanya mas biar capeknya hilang, aq hanya mengangukkan kepalaku saja, ketika jari-jari lembutnya menyentuh kepalaku, layaknya seorang ibu sedang menyentuh tubuh mungil anaknya, dimana ia tak mau menyakiti ataupun menggoresnya, walau tangan-tangan itu penuh luka pengorbanan demi orang yang ia sayangi. Semakin tak mampu aq mengungkapkannya, sungguh tak tega,  aq melihat kebahagiaan tersirat dimatanya, sebuah harapan dan keinginan yang tulus, tak mungkin aq menyakitinya, masih tetap terdiam dalam kekosongan jiwa dan keputus asaan.  Namun ana tetap sabar dan tak pernah melepas genggamannya, hingga 3 jam terlewati hanya dengan suasana diam dan sepi, aq pun beranjak bangkit dan berpamitan kepadanya, namun sungguh ia sangat tak merelakan aq pergi dari sisinya, .. Aq harus pergi ana pintaku lirih,.. Apakah mas akan pergi untuk kembali mengunjungiku,... Aq pun terdiam sejenak dan menjawabnya insallah ana, sebuah tangisan pun pecah didepanku, terasa kaku, lemah, dan tak berjiwa.  Aq hanya bisa memeluknya erat, iya pelukan erat untuk terkhir kalinya aq bersamanya.
Ana mengantarku ke stasiun Nganjuk dengan berjalan kaki, karna ia tak mau melepas momen-momen yang berharga baginya, dalam kesedihan ia terus menggenggam tanganku, dan berusaha tetap dekat dengan tubuhku, tubuhku yang sungguh tak mampu mengungkapkan kejujuran, yg sangat rapuh, mengecewakan dan sungguh sangat hina sebagai laki-laki tangguh, diperjalanan ia tak pernah melepas pandangannya kepadaku, sampai saat ini pun aq masih mengingatnya. Hingga sampailah di stasiun Nganjuk ia tetap tak mau meninggalkanku, sungguh sebuah kesetiaaan yg luar biasa, sampai suwara kereta terdengar, aq hanya bisa melihat sebuah tangisan, dimana tangisan itu memperlihatkan sebuah kesedihan ataukan kebahagiaan yang ia terima,  masih tak mau melepas genggaman tangannya, hingga akhirnya aq melepaskanya ketika kereta besi memutarkan rodanya,  roda takdir perpisahanku dengannya, sampai akhirnya aq hanya bisa mengirim surat kepadanya,  surat yang memberinya luka yang dalam, sehingga ia pun takmampu bangkit kembali, luka yang tak pernah ia mengerti, luka kekecewaan, luka yang tak mampu aq ungkapkan langsung kepadanya, sampai hari ini juga aq tak mampu.
KETIDAK ADILAN CINTA

  • By. Cuenking. Blogspot.com


Masih saja seperti kemarin matahari tetap muncul dipelupuk timur dan tenggelam ke barat, sinarnya masih terasa hangat bagi kulitku, menyinari jiwaku yang masih dalam kebimbangan dan keputus asaan, akankah semua itu mampu kuubah dalam bingkai kebahagiaan ana, ataukah akan menjadi malaikat kematian yg mendengar atau merasakan penderitaannya.
Iya ana gadis cantik, putih, tinggi, yang memiliki rambut bak emas yang berkilauan tak ternilai harganya,  masih terlalu muda dalam penderitaanya, berusaha mengharapkan impian, kasih sayang dan perlindungan kepadaku, harapan yang cukup realistis dimana kehidupan ini terlalu tak adil baginya, sangat tidak adil. Pertemuanku dengannya bukan sebuah kebetulan, pertemuan pada pandangan pertama, pertemuan yang mampu membuat seisi langit berguncang, pertemuan jiwa jiwa kosong tanpa dosa, layaknya sebuah pertemuan antara kelahiran bayi-bayi suci dan kematian yang ditakdirkan. Ana adalah bidadari suci pujaan setiap laki2 didunia ini, tak terkecuali aq. Aq bertemu dengannya pada saat, aq berada di Nganjuk, tepatnya pada saat tim unesa melakukan uji tanding dengan sma n 1 Nganjuk, saat itu aq sedang berada diteras rumah temanku,  sebut saja uchik, teman satu angkatan penkepor unesa.  Ia berjalan didepan teras memandangku dengan senyuman,  senyuman yang sangat berarti bagiku, senyuman yang manpu menyembuhkan luka hati, senyuman yang mampu menghentikan ruang dan waktu,  mekar bak bunga mawar merah yang indah seindah cahaya rembulan malam. Senyuman itu yang mampu membangkitkan jiwa-jiwa kosong ini untuk segera bangkit mencarinya.  Tanpa sadar ia telah pergi melewatiku meninggalkan rasa penasaran yang kuwat dibalut penyesalan dalam ketakjuban ciptaanya. Aq berusaha mengejarnya namun aq tak mampu, takmampu melangkahkan kakiku, tubuhku terasa terhipnotis olehnya. Untungsaja ada uchik di balik pintu menghampiriku, aq bertanya, uchik siapakah dia yg baru lewat itu, ia menjawab, oh... Itu toh majiana tetanggaku, bolehkah aq mengenalnya,  uchik menjawab,  kamu serius. .. Ya bolehlah kan ia juga wanita yg butuh diperhatikan,    ha. . Bisa saja kamu itu chik,... Kami pun tertawa ringan. Muncullah rencana untuk bertemu dengannya pada keesokan harinya. Melalui memo kecil yang aku berikan padanya,  aq berusaha bangun pagi-pagi untuknya, dikarenakan ia hanya bisa ditemui ketika akan berangkat berbelanja ke pasar. Berbekal tekat dan niat aq berjumpa dengannya dengan cukup waktu untuk berbincang-bincang, sambil membawakan belanjaanya. Aq pun berusaha merayunya untuk bertemu lagi dengannya pada saat sore harinya, dan ia menghiyakannya. Begitu mudahnya aq memikatnya, tak hayal sore harinya aq bertemu lagi dengannya dialun-alun Nganjuk sambil menggandeng tangannya aq mencoba mengungkapkan isi hatiku padanya dibawah pohon beringin tua yang rindang dan teduh,  seteduh cintaku padanya. Ana.,...bolehkah aq mengunkapkan isi hatiku, walau ini terlalu cepat,  namun aq tulus mencintaimu, .. Iya aq mencintaimu ana sejak pandangan pertama, ketika kita saling berpandangan,... Apa yang dikatakan ana,... Iya mas aq juga merasakanya walau ini terlalu cepat namun aq tak mau waktu cepat memisahkan kita,  begitu bahagianya aq mendengarnya,  28 jam, iya 28 jam sebuah rekor tercepat bagiku menembak bidadari cantik yang polos, dan tak berdosa, serasa melayang dilangit yang biru, merasa dunia tak berpenghuni, sepi, senyap hanya kita, hanya kita yang memilikinya. Sungguh tak mampu aq mengungkapkan perasaanku waktu itu, sungguh ironis kebahagian yang sesaat dan menunggu kesedihan yang akan kuberikan diakhir cerita,  ah... Entahlah aq takmampu meramalkannya, yang ada hanyalah kebahagiannya waktu itu,  aq bergegas pulang karena waktu itu sudah menjelang malam, tak sadar gemgaman tangannya semakit erat sampai merasa tak mau ia lepaskan, tak mau ia tinggalkan. Sungguh cinta telah menciptakan hubungan yang sungguh aneh dengan misterinya. Hubungan itu aq jalani hampir 7 bulan, dan setiap aq berada disisinya, ia tak pernah melepaskan genggamanya, begitu sayang dan setianya ia terhadapku, sampai-sampai setiap aq pergi meninggalkanya ia takkan pernah melepas tangannya, kemanapun.
 Sampai akhir perpisahan itu terjadi, aq mengirim
 surat kepadanya dimana isinya sungguh menyakiti hatinya melenyapkan mimpi2nya,  menghancurkan asanya, membutnya jatuh dan takmampu bakit kembali. Sampai-sampai ia mengungkapkan perasaanya juga dalam sebuah surat yang isinya" mas sunggu memberikan mimpi buruk dimana aq sedang bermimpi bahagia sangat bahagia didekatmu, aq sangat mengharapkan kasih sayangmu, cintamu, pandanganmu terhadapku namun mengapa engkau mengakhirinya tanpa sebab, sebegitu hinakah aq dimatamu mas, aq takkan pernah melupakanmu walau kamu telah memberikan rasa sakit yang begitu sakit bagiku, dan aq takkan pernah menikah selain denganmu mas" sngat menyesakkan, perihmu juga perihku, ketidak adilan ini yang membuatku melakukan semua ini, maafkan aq ana, maafkan aq, maafkan aq takmampu membuatmu bahagia, dimana kebahagian itu layak engkau terima...  Maafkan....

Rabu, 14 November 2018

Pergelutan Hati dan keputusasaan jiwa

PERGELUTAN HATI DAN KEPUTUSASAAN JIWA

Perjalanan itu terasa panjang ,berat, melelahkan, menit demi menit aq rasakan, terasa nikmat,  seperti menunggu kelahiran seorang bayi dalam rahim ibunya, menunggu keluar untuk melihat dunia dimana ada kesengsaraan , kesenangan, dan penghianatan, namun bayi layaknya kertas kosong apakah dia tau semua itu.  Ia hanya berusaha hidup dalam cinta. Berharap disayangi, dilindungi, dan terpenting tetap hidup.

Sama halnya dengan perjalanku ke kota pacitan, apakah aq mengetahui bahwa sanya ia mengerti isi hatiku ataukah hanya mempermainkanya saja,  ah... Tak taulah... Aq hanya menjalankan peranku saja, merelakan sesuatu yg berarti didepan mata dengan sesuatu yg belum tentu terwujud,  apakah salah, apakah benar, aq tak tau.
Sesampainya dikota pacitan aq langsung menghampiri teman seperjuanganku,  teman pertarungan tinju yg aq ikuti,  teman yang slu menemani dikala susah, sedih, maupun senang.  Abin sesosok teman yg siap menampungku ketika aq berada dipacitan, dlam rasa lelah aq merebahkan tubuh dalam pangkuan ranjang tua, yang slu setia dengan majikannya, tak pernah mengeluh walau kadang terasa tua. Keesokan hari aq telah terbangun dalam mimpi2 indahku, mimpi yang ingin kugapai, kurajud dan mimpi yg tak ingin aq tinggalkan. Setelah sholat shubuh, aq berusaha menggerakkan tubuhku sambil bersandar diteras rumahnya, sambil menghitung menit demi menit berharap waktu cepat berlalu dan mempertemukanku dengannya.  Sudah saatnya aq berangkat bin,... Timpalku padanya,  ok bro aq berharap tujuanmu tercapai hati2 dijaln, .. Katanya.  Motifasi penting untuk memacu semangat bertarung walau kecil kemungkinan untuk menang, berangkatlah aq menuju terminal pacitan dan berganti tujuan ke arah solo untuk menemuinya, iya rumahnya didaerah terpencil dikecamatan pringkuku desa blimbing, dimana jalur perjalannya sm seperti ponorogo - pacitan, berkelok-kelok dan sangat curam sedikit kesalahan nyawapun taruhannya. Sesampainya didepan rumahnya, perasaanku tak karuan perut masih mual, kepala pusing 7 keliling mabuk perjalan masih menjadi hantu paling mematikan bagiku.  Assalamualaikum apakah ini rumah dik ika wahyu minarsih bu..., iya benar mas siapa ya kq baru kenal ibu... Katanya, buah jatuh takkan jauh dr pohonnya mungkin itu pepatah yg bisa aq kiaskan terhadap sesosok ibu yg hampir sama dengan anaknya,  sesosok ibu dengan pengetahuan waktu,  dan penuh perjuawangan terhadap anaknya. Saya sugeng bu teman dik ika... Jawabku dengan nada sopan,  oh... Temannya ya sebentar ibu panggilkan,  ... Tak beselang lama muncullah sesosok bidadari manis semanis senyumnya muncul dri balik kamar,  serasa tidak percaya dengan apa yg ia lihat. Ia hanya memandang dan terus tersenyum takjub dengan apa yg ia lihat,  aq pun menjadi bingung, linglung dan tersa terhipnotis dengan apa yg akulakukan ini. Mas sugeng apakabar,  kapan datangnya,  kq gak ngasih kabar,  gmn apakah masih sehatkah,... Cercan pertanyaan yg bertubi2 aq pun bingung menjawabnya,.   Alhamdulillah baik2saja dik... Jauh juga rumahmu,  spi2 kepalaku jadi pusing mencarinya. Kondisiku memang sedikit kurang sehat dan pucat waktu itu,... Mendengar aq kurang sehat ia langsung memegang keningku,  usapan kasih sayang itu yang menbuatku semakin ingin tetap hidup dalam lingkaran kematian yg bisa saja memanggilku kapan saja ia mau,.. Panas,.. Jawabnya semakin khawatir ia terhadapku secepat kilat ia membuatkanku teh panas dan memberiku makanan untuk memulihkan kondisiku yang masih ngedrop,  ini ada obat masuk angin mas kata dia cepat diminum aq tak mau ada apa2 yg terjadi terhadapmu,... Timpal ia kepadaku,... Iya pasti aq minum kq jawabku,.. Masih dlam ketidak pastian hati, aq berusaha berbincang dengannya,  hampir 2jam aq berada didepanya dengan perasaan tak menentu.  Akhirnya aq berpamitan untuk pulang, begitu aq berpamitan tersirat wajah yang penuh kebahagiaan, ketakjuban,  dan penuh harapan, sampai perpisahan itu terjadi,  ia menangis lirih "saking lirihnya anginpun tak mampu mendengar suwara tangisnya, hanya mata batin saja yg mampu menalarnya", aq pun melihat kejadian tersebut dan takmampu berbuat apa2, kenapa kamu menangis dik... Ia berkata,sambil menutupi tangisnya,... Tidak aq tak menangis kq,... Aq hanya tak percaya saja dengan apa yg mas lakukan sekarang ini,... Semakin bingung aq dibuatnya,... Ia berpesan,... Pokoknya hati2 dijalan mas,  sesampainya di mojo langsung telepon aq, klu gak aq marah loh.  Ha.... Ha...  Aq hanya bisa tersenyum. Sambil meninggalkannya.


Dibalik cerita indah ini terselip cerita lainnya yang masih menjadi sebuah misteri, iya posisiku waktu itu masih berhubungan dengan wanita lainnya,...hubungan yang indah dalam ketidak pastian, aq merasa bersalah dengannya, sebut saja marjiana, gadis polos, putih, tinggi dan memiliki rambut hitam yang panjang terurai, berasal dari kabupaten nganjuk. hubunganku dengannya bisa dibilang baik2 saja namun orangtuaku kurang setuju dengan hubungan tersebut (berhubungan dengan KARMA), apakah aq sudah berjuang demi dia,...sudah, sama halnya dengan yang aku lakukan sekarang ini, sampai2 aq meninggalkan orang tuaku ketika hari raya idhul fitri terjadi, dan berharap ortuku merestui hubunganku dengan ana, namun takdir berkata lain, aq pun ditempatkan didua pilihan yang tak menguntungkan bagiku, pilihan yang sangat sulit dan menyesakkan. pergelutan hati itu yang aq rasakan begitu berat, namun masih bisa aq lalui karena ada hati yang lain yang mengisi relung jiwa dalam keputusasaanku ini.BERSAMBUNG
By. Cuenking. Blogspot. Com

Perjalanan Panjang

PERJALANAN PANJANG

Setelah pertemuan itu, aq mulai merancang strategi perang gerilya dimana aq tak tau siapa musuhku atau kawanku,  mulailah aq menghubunginya namun begitu kagetnya setelah mengetahui siapa yang mengangkat telepon bukan dia,  halo ika apa ada dikosan,... Ini dengan siapa ya jawabnya, .. Dengan mas sugeng, ika ada mbak.. Oh.. Dik ika ya sudah pulang ke pacitan mas.... Seperti tersambar petir disiang hari, begitu rapuh, terasa tua dan mendekati kematian,... Oh... Gtu ya... Untung saja aq meminta no. Telepon rumahnya dan berharap ia mengangkat teleponku, alhamdulillah takdir masih menghubungkanku dengannya,... Hai apakabarnya mas, maaf gak kasih kabar ika ada di pacitan ini mas,.. Sedikit terbatah-batah aq menjawab bolehkah aq mengunjungimu dik... Gak kejauhan apa mas kesini, jauh loh pacitan itu,... Dalam hati mendengar swarammu saja aq merasa seperti melayang dilangit yang biru diapit oleh gugusan awan putih,  seputih hati dan niatku." Jangankan pacitan neraka pun akan kujemput engkau untuk kubawa kesurga "Ah... Gak kq, aq juga udah lama g berkunjung kerumah teman2ku, insllah besok aq berangkat... Timpaku padanya.  Ha... Ha... Serius nih... Yaudh aq tunggu hati2 dijalan mas... Aq tunggu loh. Layaknya dimedan perang tanpa amunisi hanya berbekal niat yg tulus tak kan mundur walau ada seribu musuh didepanku akan kulawan.

Keesokan harinya aq bergegas menuju stasiun mojo dan langsung meluncur ke kota pacitan, kota seribu harapan, kota dimana aq mengharapkan belas kasihanya, menulis kisahku dalam perjalanan panjang aq mencari cinta sebenar-benarnya cinta yg selama ini aq cari.. BERSAMBUNG
By. Cuenking.
Blogspot. Com

Selasa, 13 November 2018

pertemuan kramat

PERTEMUAN KRAMAT

cinta datang tanpa sekalipun kau undang, dan pergi tanpa perpisahan yang membahagiakan, cinta datang pada diriku dengan ketidak sengajaan akal fikiran dan logika. wahai kawan ingatkah kalian pada tempat2 kesenanganmu denganya, jalan2 cintamu, dan sudut sudut kota yang menyaksikan permainan cintamu, mendengar bisikan kasih sayangmu yang tanpa dosa.

aq juga masih mengingatnya, setelah aq menghubunginya dan menanyakan keberadaaanya, tak berselang lama aq berusaha mencarinya, seperti ada kekuatan hebat yang memaksa kaki kakiku untuk berjalan dan membisikkan lagu2 keindahan surga,seperti desiran angin disawah yang hijau pada sore hari, layaknya sinar sang surya pada pagi hari dan sentuhan embun yang terasa seperti kapas memaksaku menghampirinya. Sesampainya aq didepat kosnya aq membunyikan bel dan berusaha mengetuk pintu rumah, dan munculah ia dengan senyum manisnya ia menyapaku dengan ramah, berbeda saat pertama kali aq bertemu dengannya seperti air dan api sangat berbeda, ha... Ha... Hai... Boleh aq masuk timpalku,  ya boleh lah kan mas mau silaturahmi ya... Benar juga jdi merasa paling idiot didunia ini ha... Ha....aq duduk dimeja yang membisu sedang memandangiku dan menertawai tingkah polaku,  gak biasanya aq seperti ini, baru kali ini aq merasakan kegelisahan yang begitu hebatnya, saking hebatnya hingga membuat kosong akal pikiranku, tak berselang lama ia datang dengan secangkir teh hangan sehangat wajahnya yang memancarkan keindahan dunia layaknya seorang ibu memandangi anaknya yang sedang memainkan perannya. sambil mengobrol ringan aq mencoba mengimbangi dan berusaha menjaga perasaannya, apa karena aq menyimpan tujuan lain dimana hanya aq dan tuhanku saja yang tau, ah,..mungkin hanya pikiranku saja. sampai pada topik percakapanku dengannya ia mencoba membalas dengan mencoba datang ke mojo pada akhir pekan nanti, terasa menemukan secercah harapan untuk keluar dari lembah yang gelap gulita laksana ada setitik cahaya menuntunku keluar menuju jalan yang terang, namun banyak sekali pikiran yang memaksa otakku menjadi tegang gak beraturan kesana kemari, iya aq tunggu kedatanganmu dik insllah aq akan menjadi tuan rumah yang baik.


tiap malam aq tak bisa tidur memikirkannya, hanya dalam hitungan menit aq yang tak mau tahu dan beberbekal penasaran bisa dibuatnya kalang kabut hanya dengan senyum manisnya dan pandangan matanya, begitu tragisnya aq hanya dikalahkan oleh senyuman itu,ha,,...sampai saatnya tiba pertemuan sakral itu yang memaksaku untuk jatuh cinta pandanya. bel telepon berbunyi, iya darimana ya,...ini aq mas,...oh,...iya dik gmn jadi kerumah,rumahku jelek loh,...belum berani kerumahnya mas gimana kalau ketemuan di waduk brantas saja aq tunggu ya mas,...yaudah aq berangkat sekarang dik,...jawabku dengan lugas.  Sesampainya di bendungan brantas dr kejauhan aq melihatnya untuk ketiga kalinya, sangat berbeda sungguh anggun kau ciptakan dia dr segumpal tanah kau jadikan ia bidadari surga yg indah dan menakjubkan, jantungku berdetak cepat lebih cepat dr sebelumnya ketika aq bertemu dengannya. Hai dik sudah lama nunggunya,... Sambil memperlihatkan mimik wajah cemberut namun masih menahan senyum manisnya,... Iya mas udh 1 jam yang lalu,... Sambil memperlihatkan wajah bersalahku,... Maaf fin mas tdi agak susah cri kendaraanya.  Iya gpp yg penting mas datang aq sudah senang kq timpalnya.  Heeemmeehh mmm... Semakin terpacu aq untuk mengenal ia lebih jauh, tak beberapa lama aq diajak ketempat kos milik temanya yg berada di mojo, .. Oh punya kenalan juga ya dimojo,  nggak juga ini teman dari temakuliahku kq mas... Mungkin dalam benakku ia berusaha menjaga perasaanku, karena yg kita kunjungi adalah cowok,... Iya aq mengerti kq dik. Sesaat berada didalm kos kami melihat dua pasangan sejoli sedang memadu kasih, kami penasaran sambil membahasnya,  enak ya klu punya pasangan seperti mereka kata dia terhadapku, ... Jawabku dengan nada ketus,... Gak juga belum tentu juga mereka akan bersama selamanya karena tak ada sesuatu didunia ini yg akan abadi,... Ah bisa saja mas bilang gtu,... Sambil memancing nya aq bilang,  benerkan kita berdua contohnya,... Kita sama2 belum memiliki pasangan dan gak tau siapa pasangan kita nantinya, ...sambil tersipu malu ia mengajakku kembali kerumah,  aq balik ke mojo dan ia balik ke sby.  Sungguh perpisahan yang tak kuduga, sungguh menyesakkan namun aq masih penasaran dengan isi hatinya, sampai saatnya tiba aq harus mencoba mengutarakan isi hatiku padanya....BERSAMBUNG
By. Cuenking. Blockspot. Com

Jalan takdir cinta

JAlAN TAKDIR CINTA

Entah apa yg merasuki pikiranku sehingga mengiyakan ketika teman2ku mengajak surve lokasi camping ke daerah pacet,  tanpa panjang lebar aq pun berangkat dengan temanku menuju lokasi.  Sesampainya disana aq berusaha mengetahui keadaan sekitarku untuk memastikan bahwa tempat camping aman untuk ditempati. Tanpa sengaja aq bertemu dengan tim ospek pgtk unesa, karna sesama almamater aq berusaha berkomunikasi,  tanpa terasa waktu telah malam, kami pun dipersilahkan untuk menginap ditenda mereka,  sekelibat bayangan hitam tapi anggun menghampiriku dalam remang-remang cahaya api unggun yang sedang menghangatkan tubuhku dalam selimut dinginya pegunungan pacet, "hai mas sapa dia kepadaku" hai juga panitia ya lagi tugas apa lgi santai dik?, iya panitia mas lgi santai,  dri mana mas, aq ya dik,  asli daerah sini kq, timpalku padanya, "dingin ya disini kayak ditempatku",  hem... Aslimana dik,  asli pacitan mas, "hem.... Mulailah aq berusaha berkomunikasi dengannya dengan sedikit debat2 kecil mengenai daerah pacitan, hingga ia merasa tersinggung dengan pernyataanku," pacitan itu indah gak seperti mas bayangkan" ha... Ha...  Aq hanya tertawa ringan, hingga akhirnya ia memanggil temannya yg asli mojo untuk menemaniku ngobrol. Panjang lebar aq mengobrol dengan diyah, tanpa sadar aq mengawasi bidadari yang lagi ngambek,  tak sadar pun aq juga diawasi olehnya, ia merasa terganggu, gelisah mungkin juga resah, kenapa dengan diyah aq merasa nyaman tanpa bersih tegang, ia pun menghampiriku, sambil memelototkan matanya,  ganggu ya mas,  nggak juga timpalku,  ia masih penasaran dan mencoba mengajakku berdebat lagi, aq merasa terlalu malam untuk berdebat dengannya, "aq bilang sudah malam dik waktunya istirahat bisa kita lanjudkan besok atau lain hari" tanpa mengindahkannya aq berusaha menghindar darinya. Aq mencoba mencari suasana lain berusaha menyelami kehidupan malam dipegunungan pacet. Aq berjalan turun bersama temanku hingga sampai didekat jembatan didepan musholah pemandian air hangat, tak kusangka ada dua gadis sedang duduk2 didekat jembatan tsb, lalu aq mendekatinya dan bertanya,  dik kq masih diluar, gak takut dicari ortumu.  Gak mas lagi jutek aja,  males tidur diwisma gak ada yang nemenin,  wiuh... Dalam hatiku apakah ini yg disebut kupu2 liar, tpi kq terlalu muda.  Singkat kata memang benar mereka kupu2 liar yg sedang mencari mangsa, sempat juga mengajakku untuk berkencan, tpi aq menolaknya dengan halus dan memberikan nasihat kepada mereka namun tak diindahkan, sempat juga mencoba merayuku dengan memelukku dan bersandar dipangkuanku, aq mencoba tenang dan segera pergi meninggalkan mereka untuk kembali ketenda.
Pagi menyingsing dan sinarnya telah pergi meninggalkan cerita malam yg penuh misteri,  tiba2 ia datang menghampiriku dan menanyakan alamat serta no. Telepon rumahku"dizamanku belum ada namanya hp atau sejenisnya, komunikasi jarak jauh hanya bisa dilakukan dengan telepon rumah dan surat pos", iya aq memberinya alamat dan no. Telepon rumahku, karena ia beralasan jika temannya diyah ingin mengenalku lebih dalam,  namun aq melihat raut wajah yg tak biasa diwajahnya, raut wajah penuh harapan,  keceriaan, penasaran dan keinginan yg tak tersampaikan.  Setelah pertemuan itu aq merasa biasa dan meninggalkanya,  apakah itu hanya sebuah alasan untuk menutupi keingin tahuannya,  ah... Tak taulah cinta itu misteri allah, kita hanya makhluk lemah yg penuh kekhilafan,  yg kadang tak perduli kadang juga perduli setelah penyesalan itu hadir.

Sesampainya dirumah benar saja ada seorang wanita menghubungi ku menanyakan keberadaanku, menanyakan keselamatanku.  Aq merasa penasaran dan mencoba mencari kebenaran itu, untung saja aq masih menyimpan no. Telepon diyah dan mencoba menghubunginya setelah 3 hari berselang,  tak kusangka ia menberikan no. Telepon palsu, no telepon yang menghubungkan jalan takdirku kepada bidadari manis bernama IKA wahyu minarsih, jalan menuju keindahan seni cinta dimana rasa pahit, manis dan tangisan itu terlahir,BERSAMBUNG
By. Cuenking.blogspot . Com

Rabu, 07 November 2018

kesedihan dimusim hujan

KESEDIHAN DIMUSIM HUJAN

Setiap kali kudengar suwara kidung-kidung gemericik air jatuh dari langit Kelabu hatiku terasa ngilu, aku merasakan penderitaan, namun aq tak tau mengapa aq menderita, teringat masa dimana perjalanan itu terasa pergi jauh, tak mampu kuraih, dimana perjalanan itu penuh perjuangan namun berakhir teragis,pahit, dan menyesak didada. apakah cinta itu butuh perjuangan yang keras aq jawab ya,...apakah cinta harus berakhir indah,...belum tentu tanyakan pada tuhanmu,...yang menciptakannya
(melalui sholat zhikir dan memohon doa).

setiap kali aq rindu setiap kali perjuangan itu kumulai, melangkahkan kaki dari stasiun mojo, berbekal uang saku seadanya kulangkahkan kakiku demi cintaku padanya. Mulailah aq menaiki kereta api jurusan madiun,  berbekal uang 2000 rupiah aq sudah bisa sampai ditujuan, hanya saja aq harus naik turun disetiap stasiun untuk menghindari pemeriksaan petugas. Sesampainya distasiun madiun aq harus berjalan 7 km untuk sampai di terminal bus,  dikarenakan aq masih asing dengan kota madiun, jdi aq berusaha berjalan kaki saja, setelah itu aq berganti tujuan ke terminal Ponorogo, belum sampai ditujuan aq harus berjuang bertaruh nyawa melewati tebing, gunung dan curamnya jurang ponorogo pacitan. Kadang cinta telah merubah pandangan "tempat paling bahaya pun akan kukunjungi demi bertemu dia". Terasa sejuknya udara hutan tropis, dan rindangnya pohon cemara mengisyaratkan bahwa aq telah dekat dengan tujuanku, namun aq merasakan manis pahitnya perjalananku "pernah aq merasakan kenikmatan dunia dimana aq bersandar pada pundak bidadariku, namun juga merasakan kepahitan dunia,  dimana aq harus menahan rasa sakit ditenggorokanku dan isi perutku yg ingin keluar berhamburan lewat mulutku". Benar juga aq selalu mabuk kendaraan ketika berpergian jauh,  rasanya seperti nyawa ini ditarik keluar dan dimasukkan lagi beribu2 rasa sakitnya namun akan sembuh ketika aq bertemu dengannya.BERSAMBUNG
By.  Cuenking. Blogspot. Com